SEMARANG — Penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way nasional pada puncak arus balik Lebaran 2026 resmi diberlakukan pada Selasa (24/3/2026). Kebijakan ini mencakup ruas tol dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama. Di tengah penerapan sistem tersebut, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memastikan kondisi lalu lintas, baik di jalan tol maupun jalur arteri, tetap dalam keadaan terkendali.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho, menyampaikan bahwa langkah antisipatif telah dilakukan untuk mengelola dampak penerapan one way terhadap jalur non-tol. Hal ini penting mengingat rekayasa lalu lintas di jalan tol kerap memengaruhi distribusi kendaraan ke jalur arteri.
Ia menjelaskan bahwa jajaran kepolisian telah disiagakan di berbagai titik strategis, termasuk di wilayah Jawa Tengah hingga jalur Pantura. Pengawasan dan pengaturan lalu lintas dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan pergerakan kendaraan tetap lancar meskipun terjadi peningkatan volume arus balik.
Menurutnya, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa kondisi lalu lintas masih dapat dikelola dengan baik. Arus kendaraan di jalan tol tetap bergerak, sementara jalur arteri juga mampu menampung tambahan volume kendaraan tanpa menimbulkan gangguan signifikan.
Selain fokus pada jalur utama, Korlantas juga mengantisipasi kepadatan di kawasan aglomerasi. Pergerakan masyarakat di wilayah perkotaan dan daerah penyangga masih cukup tinggi, terutama dalam aktivitas silaturahmi pasca-Lebaran. Kondisi ini turut memengaruhi dinamika lalu lintas di sejumlah titik.
Di sisi lain, lokasi wisata juga menjadi perhatian khusus. Sejumlah destinasi wisata masih dipadati pengunjung yang memanfaatkan sisa waktu libur Lebaran. Hal ini berpotensi menambah beban lalu lintas di jalur menuju kawasan wisata.
Untuk mengatasi hal tersebut, petugas di lapangan melakukan pengaturan arus secara situasional. Rekayasa lalu lintas diterapkan sesuai kebutuhan guna mencegah terjadinya penumpukan kendaraan, baik di akses menuju tempat wisata maupun di jalur utama.
Kakorlantas menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berfokus pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga mengedepankan aspek kemanusiaan. Pengamanan dilakukan dengan pendekatan yang mengutamakan keselamatan serta kenyamanan masyarakat selama perjalanan.
Ia menekankan bahwa perjalanan mudik dan arus balik merupakan momen penting bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga. Oleh karena itu, kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memastikan perjalanan berlangsung lancar.
Penerapan one way nasional sendiri dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk mengurai kepadatan arus balik. Dengan mengarahkan kendaraan dalam satu jalur utama, distribusi arus dapat lebih terkendali sehingga potensi kemacetan dapat diminimalkan.
Prosesi pemberlakuan sistem one way nasional ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Langkah tersebut menjadi bagian dari koordinasi terpadu antara kepolisian dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengelola arus balik Lebaran.
Di lapangan, personel gabungan terus disiagakan untuk mengawal pelaksanaan rekayasa lalu lintas. Mereka bertugas mengatur pergerakan kendaraan, memberikan informasi kepada pengguna jalan, serta menangani hambatan yang berpotensi mengganggu kelancaran arus.
Selain itu, pemantauan dilakukan secara real-time melalui pusat kendali lalu lintas. Data yang dihimpun menjadi dasar dalam menentukan langkah pengaturan selanjutnya, termasuk kemungkinan penyesuaian skenario rekayasa lalu lintas.
Korlantas juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku selama perjalanan. Pengguna jalan diharapkan mengikuti arahan petugas, menjaga jarak aman, serta tidak melakukan pelanggaran yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Kesadaran masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus balik. Dengan kerja sama antara petugas dan pengguna jalan, diharapkan perjalanan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Meskipun terjadi peningkatan mobilitas di sejumlah titik, kondisi lalu lintas secara umum masih dalam kategori terkendali. Hal ini menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan mampu mengantisipasi lonjakan arus kendaraan secara efektif.
Ke depan, pengawasan akan terus diperketat seiring dengan berlanjutnya periode arus balik. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan langkah pengaturan dengan kondisi di lapangan.
Dengan kesiapan yang telah disusun, Korlantas Polri optimistis arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan tertib dan lancar. Sinergi antarinstansi serta dukungan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas lalu lintas di seluruh jalur yang dilalui pemudik.

