JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mendorong perubahan dalam cara berbagai sektor mengelola data, menjalankan layanan, dan mengambil keputusan. Di tengah perkembangan tersebut, PT Qudo Buana Nawakara turut mengambil bagian dalam INTI 2026 dengan menghadirkan sejumlah solusi teknologi yang menggabungkan pemanfaatan AI, otomasi, serta kebutuhan keamanan data.
Partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan penerapan teknologi yang tidak hanya berorientasi pada kecanggihan sistem. PT Qudo Buana Nawakara juga menempatkan aspek keamanan, keterlacakan, dan relevansi kebutuhan pengguna sebagai bagian dari pengembangan solusi digital.
Perkembangan AI sendiri semakin luas dan telah menyentuh berbagai sektor, termasuk keamanan siber. Teknologi tersebut mampu membantu memproses data dalam jumlah besar serta mempercepat sejumlah pekerjaan. Namun, pemanfaatannya tetap membutuhkan pengawasan manusia karena keluaran AI masih dapat mengandung kesalahan.
Dalam penerapannya, hasil analisis AI dapat menghasilkan false positive maupun false negative. Karena itu, proses verifikasi dan validasi menjadi bagian penting sebelum keluaran teknologi digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Selain akurasi, keterlacakan atau traceability juga menjadi perhatian. Setiap hasil yang dihasilkan sistem perlu memiliki dasar yang dapat ditelusuri, baik dari sisi data, logika, maupun asumsi yang digunakan. Mekanisme tersebut diperlukan agar pengguna tetap dapat melakukan pemeriksaan apabila muncul hasil yang memerlukan peninjauan lebih lanjut.
Kebutuhan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan AI tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan komputasi. Indonesia juga perlu membangun ekosistem yang mendukung pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab, termasuk melalui peningkatan kompetensi talenta digital, perlindungan data, serta penerapan tata kelola yang jelas.
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam sebelumnya menilai pengembangan ekosistem AI membutuhkan kemampuan teknis sekaligus pemahaman mengenai etika. Penguasaan pemrograman, bahasa pemrograman, dan pengembangan large language model menjadi bagian dari kompetensi yang perlu diperkuat.
Di sisi lain, perkembangan AI juga membuka peluang bagi perusahaan rintisan dan pelaku industri teknologi dalam negeri. Pengembangan solusi berbasis kebutuhan lokal dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tengah perkembangan teknologi global.
Dalam konteks tersebut, PT Qudo Buana Nawakara menghadirkan MediaHub sebagai salah satu solusi teknologi dalam partisipasinya di INTI 2026. Platform ini berfungsi sebagai layanan agregator yang menyediakan konten foto, audiovisual, dan audio bagi masyarakat maupun kalangan jurnalis.
MediaHub dikembangkan untuk membantu kebutuhan informasi dan pemberitaan melalui penyediaan konten secara lebih cepat dan terverifikasi. Kehadiran platform tersebut juga menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat digunakan untuk mendukung pengelolaan informasi dalam skala yang lebih luas.
Selain MediaHub, PT Qudo Buana Nawakara memperkenalkan Multipool. Platform berbasis web tersebut memanfaatkan otomasi dan AI untuk mengumpulkan, mengolah, serta menyajikan data dari media sosial dan berbagai kanal daring.
Multipool dirancang untuk membantu pengguna memahami perkembangan percakapan publik berdasarkan data yang tersedia secara real-time. Dengan pengolahan tersebut, pengguna dapat memperoleh gambaran mengenai dinamika informasi digital tanpa harus mengumpulkan data dari berbagai platform secara manual.
Sementara itu, kebutuhan pada sektor keselamatan dan kepolisian ditunjukkan melalui Silancar. Sistem Interaksi Lalu Lintas Aman, Nyaman, Cepat, Adaptif dan Responsive tersebut dikembangkan untuk mendukung petugas command center dan personel kepolisian dalam menjalankan tugas di lapangan.
Silancar menyediakan kemampuan pemantauan kendaraan secara real-time dan pelacakan lokasi melalui peta digital. Sistem tersebut juga mendukung identifikasi perilaku mengemudi yang berisiko sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Ketiga solusi tersebut menunjukkan pendekatan berbeda dalam pemanfaatan teknologi. MediaHub berfokus pada pengelolaan informasi, Multipool mengoptimalkan pengolahan data digital, sedangkan Silancar diarahkan untuk mendukung operasional dan keselamatan lalu lintas.
Di tengah meningkatnya pemanfaatan AI, penerapan teknologi pada berbagai sektor tetap membutuhkan batasan dan mekanisme pengawasan. Transparansi mengenai model yang digunakan, tujuan penerapan, serta jenis data yang diproses menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan pengguna.
AI juga tidak serta-merta menghilangkan peran manusia. Sebaliknya, perkembangan teknologi membuat kemampuan manusia dalam menggunakan dan mengawasi AI menjadi semakin penting. Kompetensi tersebut diperlukan agar teknologi dapat digunakan sesuai tujuan dan tidak menghasilkan keputusan yang hanya bergantung pada keluaran sistem.
Partisipasi PT Qudo Buana Nawakara di INTI 2026 pada akhirnya memperlihatkan bagaimana pengembangan teknologi dapat diarahkan pada kebutuhan yang konkret. Penggabungan AI, otomasi, pengelolaan data, dan keamanan digital menjadi bagian dari upaya membangun solusi yang dapat digunakan oleh masyarakat maupun institusi.
Melalui MediaHub, Multipool, dan Silancar, PT Qudo Buana Nawakara menempatkan pengembangan teknologi pada kebutuhan yang lebih luas. Langkah tersebut sekaligus mencerminkan tantangan ekosistem digital Indonesia yang tidak hanya membutuhkan teknologi mutakhir, tetapi juga talenta, tata kelola, keamanan data, serta pengawasan manusia.
Dengan pendekatan tersebut, perkembangan AI dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas manusia dan institusi. Pemanfaatan teknologi pun tidak berhenti pada inovasi, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari penguatan ekosistem digital Indonesia yang aman, adaptif, dan berkelanjutan.

