Suharso Monoarfa Sebut Tapera Mempermudah Akses Kepemilikan Rumah. Sumber Antara.
Suharso Monoarfa Sebut Tapera Mempermudah Akses Kepemilikan Rumah. Sumber Antara.

Satubersama.com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, memperkenalkan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sebagai solusi sukarela bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah dan menabung. Pengumuman ini disampaikan dalam acara penyampaian minat investasi Bali Urban Rail dan Associated Facilities di Kantor Gubernur Bali.

Tabungan Perumahan Rakyat dirancang untuk membantu masyarakat yang belum memiliki rumah, serta mereka yang tidak memenuhi persyaratan untuk mengakses layanan keuangan dari perbankan. “Untuk masyarakat yang bankable bisa menggunakan Tapera,” kata Menteri Suharso Monoarfa. Ia menekankan bahwa program ini bersifat inklusif dan terbuka bagi semua lapisan masyarakat.

Dalam penjelasannya, Suharso membandingkan Tapera dengan tabungan haji yang telah lama dikenal di Indonesia. “Tapera ini sebenarnya mirip dengan tabungan haji. Kalau tabungan haji kan bisa diambil untuk melaksanakan ibadah haji. Demikian juga dengan Tapera, bisa diambil untuk membeli rumah,” ujarnya.

Program Tabungan Perumahan Rakyat diharapkan dapat menjadi pilihan alternatif yang fleksibel bagi masyarakat, termasuk pegawai dan pekerja lepas seperti wartawan. “Nanti kalau misalnya dia pegawai di suatu tempat bisa saja diatur dengan perusahaan tersebut. Dengan dia punya pegawai-pegawai. Atau para wartawan yang free, bebas bisa saja ikut menabung Tapera,” jelas Suharso.

Tapera tidak hanya bermanfaat bagi mereka yang ingin memiliki rumah, tetapi juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk merencanakan masa depan keuangan mereka dengan lebih baik. Dengan sifatnya yang sukarela dan fleksibel, Tapera memungkinkan masyarakat untuk menabung sesuai kemampuan masing-masing. Hal ini sangat relevan mengingat banyaknya masyarakat yang tidak dapat memenuhi persyaratan ketat dari perbankan.

Menteri Suharso juga menyebutkan bahwa meskipun program ini masih dalam tahap awal, sudah ada minat dari berbagai kalangan untuk ikut serta. “Masyarakat bisa menabung dengan jumlah yang mereka mampu, dan pada saatnya nanti, tabungan ini bisa digunakan untuk membeli rumah,” tambahnya.

Tantangan Teknis dan Harapan dari Tapera

Namun, Menteri Suharso juga mengakui adanya tantangan teknis dalam pelaksanaan Tabungan Perumahan Rakyat, khususnya terkait dengan durasi dan persentase tabungan. “Teknikalnya saya belum tahu berapa lama bisa. Tapi kalau 3 persen itu bisa terlalu lama. Angka itu yang mestinya bisa dibicarakan berdasarkan kemampuan kapasitas masing-masing orang,” katanya.

Ia berharap diskusi lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyempurnakan program ini, sehingga dapat benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. “Kita perlu memastikan bahwa Tapera benar-benar membantu masyarakat untuk memiliki rumah tanpa memberatkan mereka,” ujar Suharso.

Respon dari masyarakat terhadap program Tabungan Perumahan Rakyat cukup positif. Banyak yang melihat ini sebagai langkah maju dalam membantu mereka yang selama ini kesulitan mengakses kredit perumahan. “Ini adalah kesempatan baik bagi kami yang ingin memiliki rumah tapi terkendala syarat dari bank,” kata Wati, seorang pegawai swasta di Denpasar.

Selain itu, program ini juga dinilai dapat mendorong kesadaran menabung di kalangan masyarakat. “Dengan adanya Tapera, masyarakat didorong untuk lebih disiplin dalam menabung. Ini tentunya positif bagi perencanaan keuangan jangka panjang,” ujar Rudi, seorang analis keuangan.

Tapera hadir sebagai solusi inovatif yang diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia memiliki rumah dengan cara yang lebih fleksibel dan terjangkau. Meskipun masih ada beberapa tantangan teknis yang perlu diselesaikan, semangat positif dari berbagai pihak menunjukkan bahwa program ini memiliki potensi besar untuk sukses. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus berdiskusi dan berkolaborasi agar Tapera bisa memberikan manfaat yang maksimal.

Dengan adanya Tapera, diharapkan lebih banyak masyarakat Indonesia yang dapat memiliki rumah, sehingga kesejahteraan dan kualitas hidup mereka pun meningkat. Sebagai program yang mengedepankan sifat sukarela dan inklusif, Tapera menjadi langkah strategis dalam upaya pemerintah untuk mengatasi masalah kepemilikan rumah di Indonesia.

Baca juga: PSI DKI Jakarta Usung Kaesang Pangarep dan Grace Natalie untuk Pilkada!

Sumber: Viva.

Artikel sebelumyaSalma Salsabil Kejutkan Penggemar dengan Single Terbaru #BolehJugaSalmaSalsabil
Artikel berikutnyaBPJS Jadi Syarat Baru Pengajuan SIM Mulai 1 Juli, Ini Alasannya!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments