Kakorlantas Polri Dorong Pelatihan ISDC untuk Tingkatkan Standar Keselamatan Taksi
Kakorlantas Polri Dorong Pelatihan ISDC untuk Tingkatkan Standar Keselamatan Taksi

Jakarta — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memperkuat upaya peningkatan keselamatan transportasi dengan mendorong pengemudi angkutan umum, khususnya taksi, untuk mengikuti pelatihan di Indonesia Safety Driving Center (ISDC). Langkah ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan kolaboratif antara regulator dan pelaku usaha.

Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, saat menerima audiensi manajemen perusahaan transportasi di Jakarta. Dalam pertemuan itu, ia menegaskan bahwa peningkatan standar keselamatan tidak dapat dicapai hanya melalui penegakan hukum, melainkan membutuhkan pembinaan menyeluruh yang melibatkan berbagai pihak.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan Korlantas kini lebih menitikberatkan pada kerja sama dan perbaikan sistem. Menurutnya, pola komunikasi yang terbuka dengan perusahaan transportasi akan memudahkan identifikasi persoalan sekaligus merumuskan solusi yang lebih efektif. Dengan demikian, upaya peningkatan keselamatan tidak bersifat reaktif, tetapi mampu mencegah potensi risiko sejak awal.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa setiap kecelakaan lalu lintas harus dianalisis secara komprehensif. Tidak hanya faktor pengemudi, tetapi juga kondisi kendaraan, manajemen operasional perusahaan, serta kualitas infrastruktur jalan menjadi elemen penting yang harus diperhatikan. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih utuh terkait penyebab kecelakaan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya evaluasi bersama antara kepolisian dan perusahaan transportasi. Evaluasi tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi pola kejadian yang berulang sehingga dapat dicegah di masa mendatang. Dengan kerja sama yang terstruktur, kedua pihak diharapkan dapat memutus rantai penyebab kecelakaan secara lebih sistematis.

Sebagai bagian dari langkah konkret, Korlantas mendorong pemanfaatan fasilitas pelatihan di ISDC. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis sekaligus membentuk perilaku berkendara yang lebih disiplin. Pelatihan ulang dinilai penting, terutama bagi pengemudi yang telah lama beroperasi, agar tetap mengikuti standar keselamatan terbaru.

Dalam konteks ini, pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan mengemudi, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap etika berlalu lintas, pengambilan keputusan di jalan, serta kesadaran terhadap risiko. Dengan pendekatan tersebut, pengemudi diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

Di sisi lain, Korlantas juga mendorong penerapan sistem Traffic Attitude Record sebagai bagian dari penguatan pengawasan. Sistem ini memungkinkan pencatatan rekam jejak perilaku pengemudi secara terintegrasi, termasuk riwayat pelanggaran yang terekam melalui tilang elektronik. Data tersebut dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memantau tingkat kepatuhan pengemudi secara lebih akurat.

Dengan adanya integrasi data, perusahaan transportasi memiliki dasar yang lebih kuat dalam melakukan pembinaan internal. Pengemudi yang memiliki catatan pelanggaran dapat segera diberikan evaluasi atau pelatihan tambahan. Sementara itu, pengemudi yang menunjukkan kinerja baik dapat dijadikan contoh dalam penerapan budaya keselamatan.

Kakorlantas menegaskan bahwa keberhasilan dalam menjaga keselamatan lalu lintas tidak diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak. Sebaliknya, indikator utama adalah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan dan menjaga keselamatan di jalan. Oleh karena itu, pendekatan edukatif dan preventif menjadi prioritas dalam kebijakan yang dijalankan.

Lebih jauh, ia menilai bahwa pembentukan budaya keselamatan membutuhkan waktu serta konsistensi. Oleh sebab itu, kolaborasi antara kepolisian, perusahaan transportasi, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Setiap pihak memiliki peran strategis dalam menjaga keselamatan bersama.

Program pelatihan ulang di ISDC juga diharapkan menjadi model kerja sama yang dapat diterapkan secara luas di sektor transportasi. Dengan standar pelatihan yang terukur, kualitas pengemudi angkutan umum diharapkan meningkat secara signifikan. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

Selain itu, langkah ini juga diyakini mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap transportasi umum. Ketika pengemudi memiliki kompetensi yang baik dan sistem pengawasan berjalan optimal, masyarakat akan merasa lebih aman dalam menggunakan layanan tersebut.

Ke depan, Korlantas Polri berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan keselamatan lalu lintas. Melalui sinergi yang terbangun, diharapkan tercipta ekosistem transportasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga aman dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Dengan kombinasi antara pelatihan, teknologi, serta evaluasi sistematis, upaya menekan angka kecelakaan diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Pendekatan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mewujudkan budaya berlalu lintas yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.

Artikel sebelumyaKakorlantas Terima Audiensi Taksi Green SM, Perkuat Kolaborasi dan Evaluasi Keselamatan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments