Jakarta — Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menginstruksikan seluruh jajaran Korlantas Polri di 34 Polda untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selama momentum libur nasional dan cuti bersama Hari Kenaikan Isa Al-Masih 2026. Instruksi tersebut menitikberatkan pada pendekatan humanis, pelayanan prima, serta kesiapsiagaan personel selama 24 jam penuh di berbagai titik strategis arus lalu lintas nasional.
Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang. Jalur tol, jalan nasional, kawasan wisata, terminal, pelabuhan, hingga akses menuju daerah penyangga diprediksi mengalami lonjakan volume kendaraan sejak Kamis hingga akhir pekan mendatang.
Irjen Agus menegaskan bahwa kehadiran polisi lalu lintas di lapangan tidak hanya bertugas melakukan pengaturan arus kendaraan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan rasa aman, nyaman, dan pelayanan yang optimal selama perjalanan.
Menurutnya, pendekatan pelayanan saat ini harus lebih mengedepankan sisi kemanusiaan. Karena itu, Program Polantas Menyapa kembali diperkuat sebagai bagian dari strategi pelayanan publik selama momentum hari besar keagamaan.
“Dengan Program Polantas Menyapa, kehadiran polisi lalu lintas tidak hanya identik dengan penindakan, tetapi juga perlindungan, bantuan, edukasi, dan pelayanan kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan,” ujar Irjen Agus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan bahwa seluruh personel telah disiagakan di titik-titik rawan kepadatan dan kecelakaan lalu lintas. Pengamanan dilakukan secara terpadu untuk memastikan kelancaran arus kendaraan selama masa libur dan cuti bersama berlangsung.
Peningkatan aktivitas kendaraan diperkirakan terjadi tidak hanya di wilayah perkotaan, tetapi juga di jalur penghubung antarprovinsi, kawasan wisata keluarga, serta akses menuju kampung halaman. Kondisi tersebut dinilai memerlukan pengawasan dan pengaturan yang lebih intensif.
Selain pengaturan arus lalu lintas, Korlantas Polri juga fokus pada pelayanan kemanusiaan kepada para pengguna jalan. Pendekatan ini dianggap penting karena tingginya mobilitas masyarakat selama libur nasional sering kali memunculkan kondisi yang rentan terhadap gangguan keselamatan berkendara.
Kepadatan di rest area, antrean kendaraan di jalur wisata, hingga pengemudi yang mengalami kelelahan menjadi perhatian utama petugas di lapangan. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk mempersiapkan perjalanan secara matang sebelum berangkat.
Irjen Agus meminta para pengendara memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan. Selain itu, pengemudi juga diingatkan untuk menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri saat merasa lelah selama perjalanan.
Ia menilai keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama masyarakat selama momentum libur panjang. Menurutnya, perjalanan yang aman jauh lebih penting dibanding keinginan untuk cepat tiba di tujuan.
Korlantas Polri juga mengimbau masyarakat memanfaatkan pos pelayanan dan pos pengamanan yang telah disediakan di sejumlah titik strategis. Pos tersebut disiapkan untuk memberikan bantuan kepada pengguna jalan yang membutuhkan tempat istirahat maupun informasi arus lalu lintas.
Di sisi lain, pendekatan humanis yang diterapkan Polantas selama periode libur menjadi bagian dari transformasi pelayanan kepolisian lalu lintas yang saat ini terus diperkuat. Polisi lalu lintas tidak lagi hanya hadir sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan publik yang mengutamakan perlindungan dan keselamatan masyarakat.
Transformasi tersebut terlihat dari pola komunikasi petugas di lapangan yang kini lebih persuasif dan edukatif. Personel Polantas didorong untuk aktif membantu masyarakat, memberikan informasi perjalanan, hingga mengingatkan pengendara tentang pentingnya keselamatan secara humanis.
Irjen Agus menilai semangat Hari Kenaikan Isa Al-Masih membawa pesan tentang keteduhan, harapan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, juga perlu diwujudkan dalam perilaku masyarakat saat berkendara di jalan raya.
Ia mengajak seluruh pengguna jalan untuk menjaga emosi, mengutamakan kesabaran, dan menghormati pengguna jalan lainnya meski menghadapi kepadatan lalu lintas selama libur berlangsung.
Menurutnya, keselamatan di jalan raya tidak hanya bergantung pada kesiapan aparat, tetapi juga pada kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan menghargai sesama pengguna jalan.
Karena itu, Korlantas Polri terus mengedepankan edukasi keselamatan sebagai bagian dari pelayanan publik. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun budaya berlalu lintas yang lebih tertib, aman, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.
Selama periode libur Kenaikan Isa Al-Masih, personel kepolisian akan ditempatkan di berbagai lokasi strategis untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari jalur tol, persimpangan utama, kawasan wisata, hingga titik rawan kecelakaan.
Kehadiran petugas di lapangan juga diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan bersama keluarga.
Irjen Agus kembali mengingatkan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap masyarakat tidak hanya fokus mencapai tujuan perjalanan, tetapi juga menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain selama berada di jalan raya.
Menurutnya, budaya saling menghormati antar pengguna jalan menjadi bagian penting dalam menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Momentum libur nasional, kata dia, seharusnya menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai kepedulian sosial, termasuk dalam cara masyarakat berkendara dan menggunakan ruang jalan bersama.




