Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID – Sejumlah warga di Kelurahan Wangurer Timur Kecamatan Madidir Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bergotong royong membantu kerja Tim Helm Merah, Senin (19/4/2021).
Tim Helm merah bentukan Dinas Pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR), mulai hari ini melaksanakan tugas menyasar saluran outlet primer atau utama dan saluran alur alais yang besar-besar dari hulu hingga hilir.
Tim Helm merah yang diperlengkapi alat sekop pasir dan tanah, rompi merah, helm merah dan sepatu boat mengangkut tumbukan pasir di saluran yang ada di persimpangan Kelurahan Wangurer Timur tepatnya di samping lapangan Busmigo.
Baca juga: Suporter Sulut United Sampaikan Ungkapan Duka Atas Kepergian Coach Leo Soputan
Baca juga: Atap Bangunan Aula Kediaman Bupati Kepulauan Talaud Roboh Dihantam Badai Tropis Surigae
Baca juga: Joune Ganda Pukau Milenial IPDN Jatinangor, Tampil Bersama Menantu Jokowi
Menurut Denti Kubalang warga setempat bilang, apa yang mereka lakukan secara secara sukarela.
“Ini kami lakukan secara sukarela, tidak ada itu bayar-bayar,” kata Denti Kubalang disela-sela membantu tim masker merah menggangkat pasir, Senin (19/4/2021).
Menurut Denti Kubalang keadaan ini membuat warga terganggu dan kesulitan ketika melintas.
Sudah sekian lama terus terjadi, air yang harusnya berada dalam saluran meluat hingga ke jalan protokol karena saluran sudah penuh dengan pasir.
Baca juga: Peringatan Dini Besok Selasa (20/4/2021), BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem, Ini Wilayahnya
Baca juga: Masih Ingat Puan Ros? Ibu Tunggal 10 Anak yang Diusir Karena Tak Mampu Bayar Sewa, Nasibnya Berubah
Baca juga: PDI Perjuangan Berduka, Sesepuh Partai Berlambang Banteng ini Berpulang, Akibat Kecelakaan Maut
Pasir tersumbat di dalam saluran, karena karena saluran itu tidak tembus ke sebelan jalan.
Sehingga setiap hujan air meluap dan pasir memadati saluran ini, terjadi genangan air, jalanan macet dan kerap tangani warga, sat lantas Polres Bitung dan pemerintah.
Menurutnya, air bercampur pasir berasal dari wilayah atas persimpangan Kelurahan Wangurer Timur, di saluran itu seharunya bermuara hingga ke pantai namun saluran tidak tembus sampai pantai.