Kepala BKN Dorong Kenaikan Batas Usia Pensiun ASN, Tegaskan Peran Strategis KORPRI
Kepala BKN Dorong Kenaikan Batas Usia Pensiun ASN, Tegaskan Peran Strategis KORPRI

Satubersama.com – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Prof. Zudan Arif Fakrullah, mengukuhkan Dewan Pengurus KORPRI di lingkungan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Jakarta. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru serta menekankan pentingnya semangat “Korpri Maju Terus” sebagai landasan kerja seluruh anggota KORPRI dan membahas mengenai kenaikan batas usia pensiun ASN.

Menurutnya, slogan tersebut bukan sekadar semboyan, melainkan bagian dari nilai yang terkandung dalam Mars KORPRI, yang merepresentasikan semangat kerja dan pengabdian ASN di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Prof. Zudan juga menyampaikan bahwa Dewan Pengurus KORPRI Nasional tengah mengupayakan peningkatan Batas Usia Pensiun ASN. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Presiden, Ketua DPR RI, dan Menteri PANRB. Tujuan dari inisiatif ini adalah agar pengalaman dan kompetensi pegawai dapat dimanfaatkan lebih lama seiring meningkatnya usia harapan hidup masyarakat Indonesia.

Secara rinci, usulan tersebut mencakup BUP untuk Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Utama hingga 65 tahun, PPT Madya 63 tahun, PPT Pratama 62 tahun, serta Eselon III dan IV hingga 60 tahun. Sementara itu, bagi jabatan fungsional utama, diusulkan batas usia pensiun mencapai 70 tahun.

“Kami melihat adanya peningkatan usia harapan hidup serta semakin tingginya tingkat profesionalisme ASN, sehingga wajar jika masa kerja mereka diperpanjang, baik pada jabatan struktural maupun fungsional,” ujar Prof. Zudan.

Selain mengangkat isu BUP, ia juga menegaskan bahwa KORPRI bukan hanya wadah administratif, melainkan organisasi yang aktif dalam membangun solidaritas antarpegawai negeri melalui beragam kegiatan. Salah satu program unggulan adalah Pekan Olahraga Nasional (Pornas) KORPRI yang rutin digelar setiap tahun ganjil. Tahun ini, ajang tersebut akan dilaksanakan di Palembang pada 4–11 Oktober 2025, dengan partisipasi dari seluruh provinsi, kementerian, dan lembaga negara.

Melalui kegiatan olahraga ini, KORPRI berharap dapat mempererat hubungan antarkomunitas ASN, menciptakan semangat kolaboratif, serta memperkuat identitas kebangsaan di lingkungan aparatur sipil.

Tak hanya fokus pada olahraga, KORPRI juga memiliki agenda rutin berupa Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional yang dilangsungkan pada tahun genap. Setelah sebelumnya digelar di Palangkaraya, tahun depan MTQ KORPRI akan diselenggarakan di Makassar.

Di luar program keagamaan dan olahraga, KORPRI juga aktif dalam kegiatan sosial seperti operasi bibir sumbing, operasi katarak, sunatan massal, dan bakti sosial. Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan rumah sakit serta pemerintah daerah sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.

Tak ketinggalan, program Umrah bersama KORPRI juga terus dijalankan. Hingga saat ini, KORPRI Pusat telah memberangkatkan peserta Umrah sebanyak enam kali, meskipun sempat tertunda saat pandemi. Kini, program tersebut kembali dilanjutkan melalui inisiatif bertajuk “Gampang Umroh Bareng KORPRI”.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Prof. Zudan menegaskan bahwa KORPRI hadir untuk memberikan manfaat nyata bagi anggotanya, sekaligus memperkuat peran ASN dalam pembangunan nasional.

Artikel sebelumyaIbrahim Assegaf Wafat, Armand Maulana hingga Tokoh Publik Hadiri Rumah Duka
Artikel berikutnyaPemprov DKI Jakarta Terapkan Insentif Pembebasan Pokok PBB-P2 Tahun 2025
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments