Mulai Lembaran Baru dengan Kebaikan Amal, Sambut #TahunBaruIslam1446H dengan Hati yang Bersih
Mulai Lembaran Baru dengan Kebaikan Amal, Sambut #TahunBaruIslam1446H dengan Hati yang Bersih

Indonesia – Memasuki bulan suci Muharram, umat Muslim diseluruh dunia termasuk Indonesia bersiap-siap untuk menyongsong Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1446 Hijriyah, yang kali ini akan jatuh pada hari Minggu, 7 Juli 2024. Pemerintah telah menetapkan hari tersebut sebagai hari libur nasional, sebagaimana diatur dalam SKB 3 Menteri, mengingat pentingnya momen ini bagi umat Islam. Bulan Muharram sendiri dinobatkan sebagai satu dari empat bulan haram, tempat Allah SWT melipatgandakan pahala amal baik yang dilakukan, sebaliknya, menyebarkan ketakutan lebih besar untuk dosa yang terjadi di dalamnya.

Untuk menyambut #TahunBaruIslam1446H, banyak umat Islam yang mengerjakan amalan-amalan sunnah yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, termasuk membaca doa akhir tahun dan awal tahun, melaksanakan puasa Muharram, serta memberikan sedekah lebih banyak. “Membaca Doa Akhir Tahun Hijriah” menjadi salah satu amalan penting yang biasa dilakukan sebanyak 3 kali setelah Ashar di hari terakhir tahun Hijriyah sebagai wujud permohonan ampun atas segala kesalahan yang telah dilewati dan berharap mendapatkan taubat dari Allah SWT, sebagaimana dilaporkan dalam buku Muharram Bukan Bulan Hijrahnya Nabi karya Imam Zarkasih, terbitan Rumah Fiqih Publishing.

Doa yang dibaca berbunyi:

“اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَـذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَىَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ، فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِي.”

Artinya: “Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.”

Khususnya pada bulan Muharram ini, umat Islam disarankan untuk memperbanyak bacaan Al-Qur’an, berdzikir, melakukan puasa sunnah dan shadaqah. Hadits Nabi menggambarkan bahwa “sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yaitu bulan Muharram…” (HR. Muslim). Puasa pada 9 dan 10 Muharram, dikenal sebagai puasa Asyura, memiliki keutamaan dalam menghapus dosa-dosa setahun sebelumnya.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran mengenai empat bulan haram, termasuk Muharran, dalam firman-Nya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)

Sembari memasuki Tahun Baru Islam, umat Islam juga diajurkan untuk melakukan muhasabah, sebuah proses introspeksi diri serta penilaian retrospektif atas apa yang telah terjadi pada tahun sebelumnya. Hal ini bertujuan agar dapat melakukan perbaikan dan menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang akan datang, dengan harapan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Kemuliaan bulan Muharram juga dijadikan inspirasi oleh jurnal Genmuslim bahwa bulan ini adalah bulan kebangkitan umat Islam. Diharapkan umat Islam tidak hanya menyambutnya dengan semangat perayaan tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas iman dan ketaqwaan mereka kepada Allah SWT.

CN

Artikel sebelumyaSemarak HUT Bhayangkara ke-78, Polri Gelar Refleksi Spiritual dengan Khataman Al-Quran
Artikel berikutnyaPendaftaran KIP Kuliah 2024 Dibuka, Kuota Meningkat Menjadi 200 Ribu Mahasiswa
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments